Selamat Datang di Blog Tabloid Komunitas "Padma News", perumahan Graha Padma - Semarang

Blog ini merupakan versi online dari tabloid "Padma News". Semua artikel, gambar dan foto diambil dari versi cetak. Harapan kami, setelah membaca blog ini semoga dapat menginspirasi anda untuk datang berkunjung ke lokasi perumahan kami, "Graha Padma". Sebuah mutiara di Semarang Barat, Jawa Tengah.
Hanya 5 menit dari Bandara Ahmad Yani, 20 menit ke pusat kota, 15 menit ke pintu tol Jerakah.

Konon, tinggal di Semarang bawah selalu diberi stigma 'daerah banjir' dan gersang. Mari datang dan buktikan dengan apa yang telah kami lakukan untuk mengantisipasinya :))

Kawasan permukiman ini dirancang secara profesional dengan menjaga keselarasan rumah tinggal, ruang publik (jalan, taman dll) dan lingkungan alam sekitar.

Sugeng Rawuh di Semarang, jantung Jawa Tengah.

Jumat, 29 Maret 2013

ANAK KAMI KOG BERUBAH?
Oleh : Drs. George Hardjanta, MSi

Ilustrasi : Wintoro / Padma News  


Pertanyaan:
Langsung saja, kami ingin menanyakan tentang anak kami. Kami mempunyai dua orang anak, yang pertama cowok berumur 13 tahun dan baru saja masuk SMP dan yang bungsu cewek baru berumur 9 tahun dan duduk di kelas 3 SD. Sejak dulu kami mendidik anak dalam kebersamaan dan kami selalu bisa bersama-sama, makan atau bepergian, bahkan ke gereja atau berdoa keluarga selalu bersama-sama. Nonton televisi juga kami lakukan bersama, dengan acara yang disepakati bersama pula. Kebersamaan ini sudah terbina sejak anak-anak masih kecil.
Akhir-akhir ini, anak sulung kami tampaknya mulai enggan bersama-sama lagi. Ia mulai berusaha untuk menghindar bila diajak untuk bersama, baik makan malam atau menonton televisi. Yang membuat kami agak prihatin, kalau diajak pergi bersama juga kadang berusaha untuk menghindar. Memang untuk acara tertentu, seperti makan malam atau doa keluarga ia masih mau ikut, tetapi begitu selesai cepat-cepat masuk kamar dan menyendiri. Padahal dulu ia yang sangat getol untuk mengingatkan yang lain untuk selalu bersama.
Kami ingin tahu ada apa dengan anak kami, kalau ditanya ia hanya menjawab hanya ingin sendiri saja atau sedang banyak pekerjaan rumah. Padahal kami tahu ia hanya sekedar main game di komputer atau membaca buku novel saja. Kami berharap kami bisa mendapat jawaban atas persoalan ini dan apa yang perlu kami lakukan  untuk membantu anak kami tersebut.
(Keluarga PeGeTe di Pedurungan).

Jawaban:
Keluarga Bapak PeGeTe yang kompak, kekompakan keluarga Bapak bisa saya rasakan lewat surat yang ditulis kepada kami – Redaksi Padma News. Saya tidak tahu yang menulis surat di atas Bapak atau Ibu, karena penulis menuliskan ‘kami’ sebagai kata ganti orang tua. Dari sini tercermin kesatuan orang tua dalam mengasuh anak dan kesatuan keluarga. Persoalan yang terjadi menjadi persoalan bersama, bukan persoalan salah satu pihak saja. Tidak mengherankan bila keluarga Bapak menjadi bingung begitu ada anggota yang mulai ‘melepaskan diri’.
Apa yang terjadi pada keluarga Bapak bukanlah sesuatu yang menyimpang, melainkan sesuatu yang sangat wajar bila kita memandangnya dari sudut pandang psikologi perkembangan. Putra Bapak mulai memasuki masa remaja dan sudah meninggalkan masa anak-anaknya. Di masa ini terjadi beberapa perubahan. Perubahan yang pertama adalah pertumbuhan fisik yang agak cepat dibandingkan masa anak-anak, sehingga tinggi badannya mengalami perubahan yang agak cepat dari pada sebelumnya. Selain itu, juga terjadi kemasakan pada organ-organ seksual, sehingga mulai muncul tanda-tanda kelamin sekunder, seperti rambut kelamin dan kumis, perubahan suara, pertumbuhan jakun dan otot-otot tubuh. Pertumbuhan semacam ini kadang membingungkan si anak, sehingga ia menjadi malu. Akibat lainya adalah emosinya kadang menjadi lebih labil dan agak mudah stres, karena bingung dan kesal atas perubahan-perubahan fisik tersebut.
Perubahan yang kedua adalah perkembangan sosial. Perkembangan sosial ini muncul dalam beberapa bentuk. Pertama, anak mulai berorientasi pada teman sebaya dan mengalihkan perhatiannya dari keluarga, sehingga ia lebih suka berkumpul dengan teman-teman sebayanya dari pada bersama keluarganya. Yang kedua, mulai muncul minat untuk berhubungan dengan lawan jenis. Di sini mulai muncul minat terhadap lawan jenis dan keinginan untuk diperhatikan oleh lawan jenisnya. Akibatnya, anak mulai memperhatikan penampilan teman-teman lawan jenis dan penampilan dirinya sendiri. Perubahan sosial juga terjadi berkaitan dengan kemandirian. Anak mulai belajar untuk lebih mandiri dan lepas dari ketergantungan orang tua. Ditambah lagi dengan munculnya kesadaran akan kebutuhan privasi. Anak juga mulai merasa bahwa ia butuh privasi, dimana ia bisa ‘menikmati’ kesendirian. Perubahan-perubahan inilah yang terutama menyebabkan terjadinya ‘perubahan’ pada putra sulung Bapak.
Perubahan yang selanjutnya adalah perubahan pada intelektualnya. Anak yang mulai memasuki masa remaja juga mengalami kemasakan intelektual yang lebih baik, sehingga sudah lebih bisa berpikir secara objektif, karena kemampuan berpikir secara kritis dan realistis sudah lebih berkembang dari pada sebelumnya. Akibatnya, kadang juga terjadi ‘pembangkangan’ terhadap pemikiran orang tua.
Dalam menghadapi perubahan-perubahan semacam ini, yang bisa Bapak sekeluarga lakukan adalah tetap menjaga sikap keterbukaan dan kebersatuan, tetapi jangan terlalu memaksa untuk bersama-sama lagi. Bapak sekeluarga juga perlu menghargai keinginannya untuk menjaga privasi dan kemandiriannya. Bapak perlu menunjukkan kesiapan untuk membantu, baik secara nyata atau melalui saran, nasehat atau informasi yang diperlukan oleh anak untuk memahami dirinya. Bapak dan Ibu juga perlu ingat bahwa makin lama anak akan makin menjauh dari orang tuanya. Seperti yang dikatakan oleh Khalil Gibran, bahwa orang tua adalah busur yang menjadi landasan/pijakan untuk meluncurnya anak panah. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu perlu mempersiapkan diri untuk melepas anak yang makin dewasa.
Semoga informasi singkat ini dapat menjawab pertanyaan dan mengurangi keresahan Bapak dan Ibu menghadapi perubahan tingkah laku anak sulung Anda; dan semoga kebersamaan dan kekompakkan keluarga Anda tetap terjaga.





HEALTHY, HARMONY, AND HAPPY…..


                                             foto-foto : Tarsisius Wintoro / Padma News

Juli 2012, The Club Sport and Function Centre yang dikelola oleh manajemen PT. Graha Padma Internusa tepat berusia satu tahun. Dengan motto Healthy, Harmony, and Happy, kami merasa bangga atas kepercayaan warga perumahan Graha Padma yang telah berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh The Club Sport and Function Centre.
The Club Sport and Function Centre memiliki lahan seluas 3 hektar dengan berbagai fasilitas di antaranya: gedung badminton 4 lapangan, gedung tenis 2 lapangan, gedung futsal 2 lapangan, kolam renang seluas 25m x 15m, whirpool, fitness centre (treadmill, elliptical, bicycle static, weight training dan aerobik), sauna (pria dan wanita), dan fasilitas olah raga yang segera dapat dipergunakan yaitu lapangan basket. The Club Sport and Function Centre juga menyediakan panggung serba guna untuk segala kegiatan seperti hiburan musik, wedding, gathering, dan lahan parkir yang mampu menampung 700 mobil.
Healthy. Dengan slogan ini kami ingin memberikan yang terbaik serta berbagi informasi tentang pengetahuan pola makan, cara hidup sehat, serta program-program pembentukan badan (Body Shape, Fat Lost, Body Performance, dan Body Building).
Kami berkeyakinan bahwa program sehat yang kami miliki berbeda dengan tempat kebugaran lainnya, khususnya bagi warga perumahan Graha Padma, yang belum memiliki banyak waktu untuk fitnes tetapi ingin tampil fit dan bugar,
The Club Sport and Function Centre memiliki senam AQUAROBIC. Ini adalah senam dalam air yang bisa menjadi alternatif bagi mereka, para professional yang selama ini berolah raga aerobik, terlebih lagi bagi ibu-ibu rumah tangga. Selain menyenangkan dan lebih segar, senam aquarobic relatif lebih aman karena dilakukan dalam kolam penuh air.
“Tidak perlu kuatir apabila ibu-ibu tidak dapat berenang. Gerakannya yang lembut yang dilakukan di dalam air sangat tepat untuk terapi bagi mereka yang mempunyai tulang bermasalah atau cedera otot punggung. Resiko kecelakaannya pun, seperti terkilir saat bergerak meloncat atau menggunakan beban, dapat dihindari serta lebih membakar kalori tubuh jika dibandingkan dengan senam aerobik di darat,” terang Freddy selaku tim The Club.
Barangkali daripada hanya sekedar bermain air dalam kolam tanpa gerakan yang kurang jelas, mungkin aquarobic menjadi salah satu pilihan bermain dan olahraga yang lebih produktif untuk dicoba.
Harmony. Dalam The Club Sport and Function Centre hal ini berarti keselarasan kualitas jasa. Kami berharap bahwa jasa yang di terima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan. The Club Sport and Function Centre selalu berinovasi dalam meningkatkan kinerja kualitas pelayanan. Hal ini sangat penting dalam menghadapi persaingan pelayanan serta banyaknya faktor yang harus di pertimbangkan untuk meningkatkan kualitas keselarasan dalam pelayanan karena apabila pelayanan tersebut buruk ataupun baik akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap image (citra) The Club Sport and Function Centre.
Happy. Bangga, riang ria, senang hati, dan suka cita. Ini menjadi slogan The Club Sport and Function Centre paling akhir yang kami berikan kepada setiap pengunjung. Kami berharap slogan ini mewakili perasaan kami agar setiap pengunjung The Club Sport and Function Centre dapat menjadikan The Club sebagai rumah kedua dengan menikmati fasilitas yang diberikan.

Sekilas tentang The Club Sport and Function Centre.
The Club Sport and Function Centre selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk warga Graha Padma dan warga umum. Salah satu kegiatan yang akan segera launching selain olahraga basket adalah dojang taekwondo. Kegiatan ini diadakan seminggu dua kali, untuk anak-anak dan dewasa.
Fitnes centre kami memiliki peralatan yang cukup memadai, di antaranya treadmill, elliptical, bicycle static, dumble, weight lifting. Kami juga memiliki berbagai kelas senam (chi-qong 99, yoga, ballydance, body language, body ballistic, body sculpt, modern dance, keigel dan aquarobic) yang di dukung oleh instruktur senam berpengalaman dibidangnya.
Salah satu kelas senam yang paling diminati saat ini adalah senam CHI-QONG 99. Senam ini menggabungkan gerakan senam dan pernafasan yang berfungsi untuk pengobatan syaraf organ atas, organ tengah, dan organ bawah melalui sumsum tulang belakang. Sasarannya untuk kaum pria usia 30-55 tahun. Ketika pria mencapai usia 40 tahun, syaraf tulang punggung (spinal nerve), bantalan tulang punggung (intervertebral disc) telah mengalami tekanan sekian lama sehingga terjadi penyempitan pada struktur tulang belakang. Maka, mulailah terjadi gejala penurunan dari seluruh fungsi syaraf dan organ tubuh kita. Gangguan ini sangat menyiksa, baik dalam kehidupan rumah tangga, bisnis maupun pergaulan.
Program fitness kami lainnya adalah melakukan pengecekan lemak tiap 3 bulan sekali dari pendaftaran awal. Tujuannya adalah memotivasi member agar berusaha melatih lebih keras untuk mendapatkan body performance sesuai keinginan.

  Ditulis oleh : Freddy kristiawan - The Club Sport And Function Centre



SELAMAT HUT RI KE-67  

17 AGUSTUS 1945 – 17 AGUSTUS 2012



INDONESIA: SEBUAH TANDA YANG RETAK?



 Courtesy of www.corat-coretmakna.blogspot.com

Selamat Hari Ulang Tahun ke-67, Indonesiaku. Sebagai hadiah ulang tahunmu, aku mau bertanya sesuatu: Apakah kamu sebuah tanda yang retak? Maaf, aku  bertanya, dengan TANDA TANYA (?) karena tidak tahu. Bukan TANDA TITIK (.) karena itu berarti faktamu. Bukan TANDA SERU (!) karena nanti aku menuduhmu. Bukan, aku memang bertanya kepadamu.

Epilog di atas tidak hanya bersifat kritis teoretis, tetapi juga logis empiris. Dari disiplin semiotik pragmatis (Peirce, 1916), Indonesia adalah sebuah tanda besar, yang bisa menjadi ikon, indeks, maupun simbol. Namun, sudah banggakah kita dengan identitas (ikon) Indonesia? Sudah bisakah Indonesia menjadi referensi (indeks) kemajuan dunia di Asia? Sudah bisakah Indonesia menjadi simbol kuat berbangsa? Dari disiplin semiotik struktural (de Saussure, 1920), sudahkah bentuk Indonesia memiliki makna ideologi yang kuat, tak tergoyahkan? Ataukah ideologi lain sudah mengendap-endap mau masuk dan merobek-robek ideologi kebangsaan yang selama ini mati-matian kita pertahankan? 
Indonesia adalah sebuah tanda yang besar. Namun, kebesaran tanda yang sudah berusia 67 tahun tersebut mungkin terusik, bahkan terancam retak. Ancaman keretakan ada di mana-mana, dari berbagai tanda kecil yang mendukungnya. Mari kita cermati tanda besar itu bersama-sama dengan kacamata jargon ipoleksosbudhankam (jargon yang saya hapal sejak SD, entah mengapa masih gampang saya ucapkan).
Dari aspek ideologi, ideoteks yang ada dapat kita sikapi di mana-mana. Ideologi nasionalisme kita koyak, sehingga tanda NKRI retak. Masihkah kita bangga dengan nasionalisme kita? Sementara anak-anak bangsa sudah mulai menyukai materialisme, liberalisme, dan hedonisme? Premanisme juga terjadi di mana-mana, bahkan di sekolah tempat ilmu ditimba. Bayangkan, tahun 2011 saja terjadi kekerasan di antara siswa sebanyak 136 kasus. Hingga tulisan ini, sudah ada 56 kasus kekerasan siswa nasional, sampai-sampai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh turun tangan (SM, 11 Agustus 2012). Itu baru kasus besar nasional. Lalu, berapa banyak kasus kecil di tingkat lokal?
Aspek politik dan hukum, juga mungkin retak. Politisi yang seharusnya mengelola Indonesia dengan baik untuk kemakmuran masyarakat dan bangsa, malahan menggerogoti roti negara yang seharusnya untuk kesejahteraan bangsa. Praktik korupsi merambah di segala bidang, dari tataran lokal hingga nasional. Politik menjadi alat mencari uang saku politisi sendiri. Politisi yang seharusnya menjadi panutan, berubah menuai cemoohan. Harga diri politisi yang demikian sudah menjadi murah karena rakyat sudah jengah. Berbagai tanda yang diusung partai tidak lagi berkilau, tetapi mulai kusam, karatan, dan gampang dibuang. Dalam bidang hukum, juga terjadi disharmoni antara dua tanda ‘cicak’ dan ‘buaya’, KPK lawan POLRI (SM, 15 Agustus 2012). Terjadi distorsi dan rebutan justifikasi. Biasanya, buaya pasti menang melawan cicak. Namun, apa yang terjadi, jika sang cicak sudah lebih sakti?
Dari aspek ekonomi, Indonesia sebenarnya adalah sebuah tanda besar yang mandiri. Pernah menjadi zamrud khatulistiwa karena hijau subur dan kaya raya sehingga banyak diperebutkan oleh penjajah dunia. Namun, setelah merdeka, mengapa rakyat masih merasa terjajah? Berbagai kebutuhan hajat hidup mereka (termasuk kedele) hilang  di pasaran, kekayaan (termasuk tambang emas) pindah tangan, dan bahkan kita tidak malu-malu lagi mendatangkan sandang dan pangan! Pelaku impor kok dianggap pahlawan.
Dari aspek sosbud, sosial budaya, tanda-tanda kecil kita bahkan banyak diaku milik orang! Apakah tanda besar Indonesia tidak rapat terkunci sehingga si pencuri semakin berani? Anak-anak bangsa mungkin lupa menjaga pundi, karena mereka sedang terpesona tanda-tanda asing yang bisa membuat mereka menjadi selebriti! Topeng-topeng jalanan menari-nari, mencari sesuap nasi, karena mereka tidak lagi dihidupi. Pewayangan yang seharusnya menjadi arena belajar, tertinggal di sudut, terbiar dan terlantar.
Aspek hankam paling berat terancam. Indonesia yang dulu terdiri dari 13,677 pulau, satu demi satu angka tersebut berkurang. Kita mungkin kurang  mampu menjaganya. Saya tidak tahu jumlah pulau di Nusantara saat ini. Yang saya merasa iba, harta kekayaan di pulau-pulau itu, termasuk rimba, sudah pindah ke negara tetangga. Bagaimana kita mau menjaga Indonesia, jika burung-burung dirgantara kita banyak yang luka?  
Indonesia adalah sebuah sistem tanda yang dibangun oleh  berbagai aspek tanda. Jika satu aspek saja retak, tanda besar juga akan retak. Apakah akan kita biarkan Indonesia seperti ini? Akan kita biarkan keretakan itu terus terjadi? Jika ya, ini yang akan kita alami: berbagai ideologi asing akan datang membanjiri, dan Indonesia tenggelam di laut sendiri.
Semoga itu hanya mimpi meski tidak ada satu bangsa pun yang luput dari entropi. Semoga Presiden, para menteri, dan para politisi membaca ini.
Selamat Ulang Tahun Ke-67, Ibu Pertiwi.
Semoga Engkau Tetap Milik Kami.

Doktor Jumanto 
PhD in Linguistics (Pragmatics), Universitas Indonesia
Warga Perum Graha Padma Internusa, Jl. Tmn. Anyelir L-9 No. 1 Semarang


 Personel Teamlo berpose sejenak di lobby The Club


Perbincangan hangat antara Bapak Purnomo Yusgiantora ( Menteri Pertahanan RI ) dengan Bapak Hendra Setyaji ( Direktur PT. Graha Padma Internusa ) dalam acara " Malam Pesta Emas KEKL " di The Club.


 Lokasi parkir The Club yang luas

 Kemegahan dekorasi di ballroom The Club Graha Padma Semarang


Kenyamanan suasana wedding di ballroom The Club Graha Padma Semarang

 Suasana di pintu masuk ballroom The Club Graha Padma Semarang

 Aneka menu makanan siap untuk disajikan 

Keindahan dekorasi di panggung mempelai pengantin