Selamat Datang di Blog Tabloid Komunitas "Padma News", perumahan Graha Padma - Semarang

Blog ini merupakan versi online dari tabloid "Padma News". Semua artikel, gambar dan foto diambil dari versi cetak. Harapan kami, setelah membaca blog ini semoga dapat menginspirasi anda untuk datang berkunjung ke lokasi perumahan kami, "Graha Padma". Sebuah mutiara di Semarang Barat, Jawa Tengah.
Hanya 5 menit dari Bandara Ahmad Yani, 20 menit ke pusat kota, 15 menit ke pintu tol Jerakah.

Konon, tinggal di Semarang bawah selalu diberi stigma 'daerah banjir' dan gersang. Mari datang dan buktikan dengan apa yang telah kami lakukan untuk mengantisipasinya :))

Kawasan permukiman ini dirancang secara profesional dengan menjaga keselarasan rumah tinggal, ruang publik (jalan, taman dll) dan lingkungan alam sekitar.

Sugeng Rawuh di Semarang, jantung Jawa Tengah.

Selasa, 25 Oktober 2011

Senam Massal di Graha Padma HUT Ke-5 Senam Tera Indonesia Sasana Krapyak

Tak dapat dipungkiri, bahwa untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas diri, olahraga merupakan sarana yang efektif. Melalui olahraga inilah manusia memilik inilai-nilai luhur yang berlaku dan telah teruji. Misalnya sportivitas, persahabatan, jujur, disiplin, etika dan moral.

Nilai-nilai inilah yang sebenarnya bila dikelola dengan benar akan tumbuh di lingkungan masyarakat kita. Dan diyakini olehraga dapat menstimulasi hal-hal baik yang terdapat pada diri seseorang.

Oleh karena itu Senam Tera Indonesia Sasana Krapyak bekerja sama dengan SenamTera Indonesia Cabang Kota Semarang dan Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Semarang, menyelenggarakan senam massal dengan mengikutsertakan seluruh peserta olahraga masyarakat se-Kota Semarang.

Menurut Ketua Panitia H Gegerman Kuntoaji, kegiatan senam missal atas kesepakatan tigaorganisasi di atas berkaitan juga dengan HUT Ke-5 SenamTera Indonesia SasanaKrapyak. ''Selain itu juga dalam rangka mensukseskan Kebangkitan Kebugaran Jasmani Tahun 2011,'' katanya. Acara tersebut dilangsungkan pada hari Minggu 27 Maret 2011 di lingkungan Perumahan GrahaPadma Jalan Hanoman Raya Kecamatan Semarang Barat.

Dijelaskan oleh Gegerman, senam missal ini bertujuan untuk menggalang dan memupuk kebersamaan dan kerukunan warga masyarakat. Selain itu, dengan berolahraga bias menumbuhkembangkan kesadaran dan kepedulian hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. '' Di samping juga menyebarluaskan olahraga masyarakat ke pelosok dan ke segenap lapisan masyarakat, khususnya warga Kota Semarang,'' tuturnya.

Peserta senam missal ini sekitar 1.100 orang meliputi dari Senam Jantung Sehat Kota Semarang sebanyak 50 orang, Senam Tera Indonesia Kota Semarang (400), Senam Sehat Indonesia Kota Semarang (100), Senam PORPI Kota Semarang (100), Senam Lansia Kota Semarang (100), Senam Asma Kota Semarang (50), Senam Diabetes Kota Semarang (75), SenamBugar Kota Semarang (50), Senam Osteoporosis Kota Semarang (50), Senam Kebugaran Kota Semarang (50), dan pengurus FORMI Kota Semarang (25).

SenamTera

Pada bagian lain dijelaskannya, olahraga SenamTera Indonesia adalah olahraga pernafasan yang dipadu dengan olah gerak. Senam ini diadopsi dari senam Tai Chi yang berasal dari Negeri China. Tera dari kata terapi yang berarti bahwa olahraga yang berfungsi sebagai terapi (penyembuhan).

Filosofi Senam Tera Indonesia (STI) adalah S(ehat) T(enteram) I (ndah).


Definisi Sehat menurut WHO yaitu :

Pertama : Sehat Fisik ( Jasmani ) ……… SEHAT

Kedua : Sehat Psikis ( Jiwa ) ……… TENTERAM

Ketiga : Sehat Sosial ( Lingkungan ) …… INDAH


Sehat Fisik secara sederhana kondisi jasmaniseseorang terbebas dari penyakit, Sehat Psikis dimaksud jiwa kita bebas dari kelainan dan kelemahan yang berbahaya. Sehat Sosial bermakna kita dapat beradaptasi dengan lingkungannya baik dengan masyarakat dan alam sekitarnya.


Seperti dijelaskan di atas bahwa SenamTera Indonesia adalah mengadopsi senam Tai Chi oleh karena itu gerakan / jurus Senam Tera Indonesia lembut dan rileks. Prinsip-prinsip gerakan yang mendasari Senam Indonesia adalah :

· Gerak Ringan dan lentur

· Gerak Lambat

· Gerak Melingkar

· Gerak yang Ajek

· Gerak Tidak Terputus

Sedangkan tata urut geraknya meliput igerak peregangan, kemudian gerak persendian, dan pernafasan. (*)

Dapur dan Kompor

DAPUR adalah tempat di mana air dan api digunakan bersama. Interaksi yang baik antara kedua elemen ini akan menghasilkan peruntungan yang baik. Sedangkan interaksi yang buruk akan menghasilkan peruntungan yang tidak baik. Dapur mencerminkan kekayaan. Seperti diketahui bahwa makanan mensuplai kesehatan dan vitalitas orang, sehingga semakin baik makanannya, akan semakin sehat dan cakap orangnya. Dengan demikian akan semakin besar pula potensi pendapatannya.

Di dapur, peralatan yang paling signifikan dan memerlukan perhatian fengshui adalah kompor. Secara simbolis, kompor secara jelas menggambarkan keuangan keluarga. Kompor harus bersih dan berfungsi secara halus supaya uang dan kekayaan bisa memasuki rumah dengan mudah. Penempatan yang benar mengenai dapur dan kompor sangatlah penting. Jika diletakkan di tempat yang baik, para penghuni rumah bisa mengharapkan peruntungan yang baik. Jika tidak, datangnya penyakit serta hilangnya uang dan kekayaan akan menjadi konsekuensinya.

Sangat dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal berikut mengenai posisi kompor:

1. Kompor tidak boleh menghadap pintu utama

2. Kompor tidak boleh menghadap pintu toilet

3. Kompor tidak boleh menghadap pintu kamar tidur utama

4. Hindari adanya jendela yang besar di belakang kompor

5. Kompor tidak boleh ditempatkan di atas pipa pembuangan atau pipa air

6. Kompor tidak boleh ditempatkan di bawah balok bangunan

7. Kompor tidak boleh ditempatkan di sudut ruangan (dapur)

8. Kompor tidak boleh ditempatkan di antara dua kran

9. Kompor tidak boleh ditempatkan di tengah-tengah rumah

10. Kompor sebaiknya tidak ditempatkan di belakang wastafel toilet atau WC

11. Kompor tidak boleh menghadap tangga

12. Kompor yang ditempatkan di belakang tempat tidur itu tidak baik

Hal-hal mengenai dapur adalah sebagai berikut:

1. Dapur tidak boleh memiliki bukaan yang memungkinkan angin berhembus kencang.

2. Dapur tidak boleh ditempatkan di atas septik tank atau tangki penyimpanan air

3. Dapur harus diatur sedemikian rupa sehingga bisa sesuai dengan peruntungan pemiliknya. Konsultasilah dengan geomancer mengenai hal ini

4. Dapur tidak boleh ditempatkan pada titik tengah atau titik keberuntungan rumah

5. Dapur harus diberi ventilasi dan penerangan yang baik

6. Untuk rumah dengan dua lantai, toilet tidak boleh ditempatkan di atas dapur

7. Saluran pembuangan asap tidak boleh kelihatan menonjol

8. Jalur pipa pembuangan air tidak boleh melewati ruang keluarga

9. Tinggi lantai dapur harus sama dengan tinggi lantai ruang makan

10. Atap dapur tidak boleh ada bukaan

11. Bentuk dapur tidak boleh bundar atau tidak beraturan

12. Tempatkan benda yang membawa keberuntungan di bawah platform atau meja di mana kompor diletakkan. (*)

(Disarikan oleh Sakti Prabowo / PadmaNews)

Sumber: Authentic Feng Shui, Practical Geomatric Analysis for Modern Living, Rev. Victorio Hua Wong Seng Tian, 1995

Dapur dan Kompor

DAPUR adalah tempat di mana air dan api digunakan bersama. Interaksi yang baik antara kedua elemen ini akan menghasilkan peruntungan yang baik. Sedangkan interaksi yang buruk akan menghasilkan peruntungan yang tidak baik. Dapur mencerminkan kekayaan. Seperti diketahui bahwa makanan mensuplai kesehatan dan vitalitas orang, sehingga semakin baik makanannya, akan semakin sehat dan cakap orangnya. Dengan demikian akan semakin besar pula potensi pendapatannya.

Di dapur, peralatan yang paling signifikan dan memerlukan perhatian fengshui adalah kompor. Secara simbolis, kompor secara jelas menggambarkan keuangan keluarga. Kompor harus bersih dan berfungsi secara halus supaya uang dan kekayaan bisa memasuki rumah dengan mudah. Penempatan yang benar mengenai dapur dan kompor sangatlah penting. Jika diletakkan di tempat yang baik, para penghuni rumah bisa mengharapkan peruntungan yang baik. Jika tidak, datangnya penyakit serta hilangnya uang dan kekayaan akan menjadi konsekuensinya.

Sangat dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal berikut mengenai posisi kompor:

1. Kompor tidak boleh menghadap pintu utama

2. Kompor tidak boleh menghadap pintu toilet

3. Kompor tidak boleh menghadap pintu kamar tidur utama

4. Hindari adanya jendela yang besar di belakang kompor

5. Kompor tidak boleh ditempatkan di atas pipa pembuangan atau pipa air

6. Kompor tidak boleh ditempatkan di bawah balok bangunan

7. Kompor tidak boleh ditempatkan di sudut ruangan (dapur)

8. Kompor tidak boleh ditempatkan di antara dua kran

9. Kompor tidak boleh ditempatkan di tengah-tengah rumah

10. Kompor sebaiknya tidak ditempatkan di belakang wastafel toilet atau WC

11. Kompor tidak boleh menghadap tangga

12. Kompor yang ditempatkan di belakang tempat tidur itu tidak baik

Hal-hal mengenai dapur adalah sebagai berikut:

1. Dapur tidak boleh memiliki bukaan yang memungkinkan angin berhembus kencang.

2. Dapur tidak boleh ditempatkan di atas septik tank atau tangki penyimpanan air

3. Dapur harus diatur sedemikian rupa sehingga bisa sesuai dengan peruntungan pemiliknya. Konsultasilah dengan geomancer mengenai hal ini

4. Dapur tidak boleh ditempatkan pada titik tengah atau titik keberuntungan rumah

5. Dapur harus diberi ventilasi dan penerangan yang baik

6. Untuk rumah dengan dua lantai, toilet tidak boleh ditempatkan di atas dapur

7. Saluran pembuangan asap tidak boleh kelihatan menonjol

8. Jalur pipa pembuangan air tidak boleh melewati ruang keluarga

9. Tinggi lantai dapur harus sama dengan tinggi lantai ruang makan

10. Atap dapur tidak boleh ada bukaan

11. Bentuk dapur tidak boleh bundar atau tidak beraturan

12. Tempatkan benda yang membawa keberuntungan di bawah platform atau meja di mana kompor diletakkan. (*)

(Disarikan oleh Sakti Prabowo / PadmaNews)

Sumber: Authentic Feng Shui, Practical Geomatric Analysis for Modern Living, Rev. Victorio Hua Wong Seng Tian, 1995

Takut Bicara Dengan “Bule”?


Ada banyak cara untuk bisa memperlancar bahasa Inggris kita. Salah satunya adalah dengan berbicara langsung dengan native speaker atau penutur asli yang kita temui di sekitar kita. Dengan semakin banyaknya orang asing yang ada di sekitar kita semakin banyaklah kesempatan kita untuk bisa berlatih bahasa Inggris dengan para penutur asli. Akan tetapi kesempatan yang baik ini kadang kurang dimanfaatkan karena beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Hal pertama yang sering terjadi adalah ketika kita melihat seorang “bule”, kita sudah beranggapan bahwa orang bule itu pasti mahir bahasa Inggris sehingga kita langsung minder. Hal ini belum tentu benar karena tidak semua negara di Eropa menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari hari, misalnya Italia, Perancis, Belanda, Belgia, Jerman, Spanyol, dll. Mungkin kemampuan bahasa Inggris mereka sama seperti kita atau bahkan tidak lebih baik daripada kita.

Masalah kedua adalah bahwa kita merasa bahwa penguasaan grammar kita tidak cukup memadai. Kalau dalam percakapan sehari-hari kesalahan gramatikal itu tidak perlu dirisaukan. Yang penting apa yang kita maksud bisa diterima dengan benar oleh lawan bicara kita. Misalnya kita mau bertanya nama, kita tidak harus menggunakan struktur yang lengkap “What is your name?” tapi kita bisa pakai “Your name?” dsb.

Masalah ketiga yaitu kita tidak punya cukup banyak kosa kata /vocabulary. Untuk berbicara dengan topik yang ringan kita tidak perlu punya banyak kosa kata. Kita cukup bicara tentang hal sehari-hari misalnya cuaca. Kalaupun kita tidak tahu suatu kata kita bisa menjelaskannya dengan cara lain misalnya gerak tubuh, gambar, dll.

Masalah keempat yaitu takut salah bicara. Dalam proses pembelajaran bahasa asing, membuat kesalahan itu adalah hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti. Dengan kita membuat kesalahan kita akan tahu yang benar. Mereka juga belum tentu mahir berbahasa Inggris. Kita bisa belajar bersama dengan mereka.

Masalah kelima adalah kita kesulitan memahami ucapan mereka karena pengucapannya tidak jelas atau terlalu cepat. Untuk masalah ini kita bisa minta mereka untuk mengulang kata/ kalimat yang kurang jelas dengan kata “Pardon?” atau “Slower please.”

Masalah terakhir adalah kita bisa memahami kata-kata mereka tapi tidak bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiran kita. Kita tahu maksudnya tapi tidak tahu cara mengatakannya. Nah, untuk itulah kita perlu sering praktek berbicara dengan native speaker supaya kita bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiran kita dengan spontan. tanpa harus mentranslate dulu dalam pikiran kita.

Untuk berlatih berhadapan dengan “bule”, kita bisa memenfaatkan jejaring sosial di internet seperti facebook. Kita bisa chatting dengan penutur asli di jejaring sosial tersebut. Karena kita tidak berhadapan langsung dengan orang tersebut kita tidak akan merasa grogi. Lagi pula kita punya waktu yang cukup longgar untuk mempersiapkan pertanyaan atau jawaban kita. Bahkan kita bisa memanfaatkan fasilitas kamus online apabila kita mengalami kesulitan kosa kata. Dengan demikian, kita tidak perlu canggung atau grogi kalau menghadapi “bule”. Memang ada yang bosan karena ditanya pertanyaan yang sama berkali-kali. Ada juga beberapa pertanyaan yang mereka tidak suka misalnya tentang umur, berat badan, status perkawinan,dll. Tapi kalau kita sopan biasanya mereka akan merespon dengan baik. atau mungkin kita bisa mengajarkan beberapa kata atau ekspresi dalam bahasa Indonesia kepada mereka untuk survival. Ini merupakan simbiosis mutualistis yang menguntungkan kedua belah pihak. Selamat mencoba. Wish you luck.