Selamat Datang di Blog Tabloid Komunitas "Padma News", perumahan Graha Padma - Semarang

Blog ini merupakan versi online dari tabloid "Padma News". Semua artikel, gambar dan foto diambil dari versi cetak. Harapan kami, setelah membaca blog ini semoga dapat menginspirasi anda untuk datang berkunjung ke lokasi perumahan kami, "Graha Padma". Sebuah mutiara di Semarang Barat, Jawa Tengah.
Hanya 5 menit dari Bandara Ahmad Yani, 20 menit ke pusat kota, 15 menit ke pintu tol Jerakah.

Konon, tinggal di Semarang bawah selalu diberi stigma 'daerah banjir' dan gersang. Mari datang dan buktikan dengan apa yang telah kami lakukan untuk mengantisipasinya :))

Kawasan permukiman ini dirancang secara profesional dengan menjaga keselarasan rumah tinggal, ruang publik (jalan, taman dll) dan lingkungan alam sekitar.

Sugeng Rawuh di Semarang, jantung Jawa Tengah.

Rabu, 14 Desember 2011

ANAK KAMI KOK BERUBAH? Oleh : Drs. George Hardjanta, MSi



Pertanyaan:

Langsung saja, kami ingin menanyakan tentang anak kami. Kami mempunyai dua orang anak, yang pertama cowok berumur 13 tahun dan baru saja masuk SMP dan yang bungsu cewek baru berumur 9 tahun dan duduk di kelas 3 SD. Sejak dulu kami mendidik anak dalam kebersamaan dan kami selalu bisa bersama-sama, makan atau bepergian, bahkan ke gereja atau berdoa keluarga selalu bersama-sama. Nonton televisi juga kami lakukan bersama, dengan acara yang disepakati bersama pula. Kebersamaan ini sudah terbina sejak anak-anak masih kecil.

Akhir-akhir ini, anak sulung kami tampaknya mulai enggan bersama-sama lagi. Ia mulai berusaha untuk menghindar bila diajak untuk bersama, baik makan malam atau menonton televisi. Yang membuat kami agak prihatin, kalau diajak pergi bersama juga kadang berusaha untuk menghindar. Memang untuk acara tertentu, seperti makan malam atau doa keluarga ia masih mau ikut, tetapi begitu selesai cepat-cepat masuk kamar dan menyendiri. Padahal dulu ia yang sangat getol untuk mengingatkan yang lain untuk selalu bersama.

Kami ingin tahu ada apa dengan anak kami, kalau ditanya ia hanya menjawab hanya ingin sendiri saja atau sedang banyak pekerjaan rumah. Padahal kami tahu ia hanya sekedar main game di komputer atau membaca buku novel saja. Kami berharap kami bisa mendapat jawaban atas persoalan ini dan apa yang perlu kami lakukan untuk membantu anak kami tersebut.

(Keluarga PeGeTe di Pedurungan).

Jawaban:

Keluarga Bapak PeGeTe yang kompak, kekompakan keluarga Bapak bisa saya rasakan lewat surat yang ditulis kepada kami – Redaksi Padma News. Saya tidak tahu yang menulis surat di atas Bapak atau Ibu, karena penulis menuliskan ‘kami’ sebagai kata ganti orang tua. Dari sini tercermin kesatuan orang tua dalam mengasuh anak dan kesatuan keluarga. Persoalan yang terjadi menjadi persoalan bersama, bukan persoalan salah satu pihak saja. Tidak mengherankan bila keluarga Bapak menjadi bingung begitu ada anggota yang mulai ‘melepaskan diri’.

Apa yang terjadi pada keluarga Bapak bukanlah sesuatu yang menyimpang, melainkan sesuatu yang sangat wajar bila kita memandangnya dari sudut pandang psikologi perkembangan. Putra Bapak mulai memasuki masa remaja dan sudah meninggalkan masa anak-anaknya. Di masa ini terjadi beberapa perubahan. Perubahan yang pertama adalah pertumbuhan fisik yang agak cepat dibandingkan masa anak-anak, sehingga tinggi badannya mengalami perubahan yang agak cepat dari pada sebelumnya. Selain itu, juga terjadi kemasakan pada organ-organ seksual, sehingga mulai muncul tanda-tanda kelamin sekunder, seperti rambut kelamin dan kumis, perubahan suara, pertumbuhan jakun dan otot-otot tubuh. Pertumbuhan semacam ini kadang membingungkan si anak, sehingga ia menjadi malu. Akibat lainya adalah emosinya kadang menjadi lebih labil dan agak mudah stres, karena bingung dan kesal atas perubahan-perubahan fisik tersebut.

Perubahan yang kedua adalah perkembangan sosial. Perkembangan sosial ini muncul dalam beberapa bentuk. Pertama, anak mulai berorientasi pada teman sebaya dan mengalihkan perhatiannya dari keluarga, sehingga ia lebih suka berkumpul dengan teman-teman sebayanya dari pada bersama keluarganya. Yang kedua, mulai muncul minat untuk berhubungan dengan lawan jenis. Di sini mulai muncul minat terhadap lawan jenis dan keinginan untuk diperhatikan oleh lawan jenisnya. Akibatnya, anak mulai memperhatikan penampilan teman-teman lawan jenis dan penampilan dirinya sendiri. Perubahan sosial juga terjadi berkaitan dengan kemandirian. Anak mulai belajar untuk lebih mandiri dan lepas dari ketergantungan orang tua. Ditambah lagi dengan munculnya kesadaran akan kebutuhan privasi. Anak juga mulai merasa bahwa ia butuh privasi, dimana ia bisa ‘menikmati’ kesendirian. Perubahan-perubahan inilah yang terutama menyebabkan terjadinya ‘perubahan’ pada putra sulung Bapak.

Perubahan yang selanjutnya adalah perubahan pada intelektualnya. Anak yang mulai memasuki masa remaja juga mengalami kemasakan intelektual yang lebih baik, sehingga sudah lebih bisa berpikir secara objektif, karena kemampuan berpikir secara kritis dan realistis sudah lebih berkembang dari pada sebelumnya. Akibatnya, kadang juga terjadi ‘pembangkangan’ terhadap pemikiran orang tua.

Dalam menghadapi perubahan-perubahan semacam ini, yang bisa Bapak sekeluarga lakukan adalah tetap menjaga sikap keterbukaan dan kebersatuan, tetapi jangan terlalu memaksa untuk bersama-sama lagi. Bapak sekeluarga juga perlu menghargai keinginannya untuk menjaga privasi dan kemandiriannya. Bapak perlu menunjukkan kesiapan untuk membantu, baik secara nyata atau melalui saran, nasehat atau informasi yang diperlukan oleh anak untuk memahami dirinya. Bapak dan Ibu juga perlu ingat bahwa makin lama anak akan makin menjauh dari orang tuanya. Seperti yang dikatakan oleh Khalil Gibran, bahwa orang tua adalah busur yang menjadi landasan/pijakan untuk meluncurnya anak panah. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu perlu mempersiapkan diri untuk melepas anak yang makin dewasa.

Semoga informasi singkat ini dapat menjawab pertanyaan dan mengurangi keresahan Bapak dan Ibu menghadapi perubahan tingkah laku anak sulung Anda; dan semoga kebersamaan dan kekompakkan keluarga Anda tetap terjaga.

Indosat Untuk Indonesia : 44 Tahun Indosat Berkarya & Mengabdi


Wasis Sulaiman
Head of Indosat Central Java Area


Bp. C. Dewabrata

Semarang, 20 November 2011 – Sudah 44 tahun Indosat berdiri, sejak 20 November 1967 lalu, senantiasa berkomitmen untuk terus memberikan berbagai inovasi, tidak hanya pada produk layanan kepada pelanggan, namun juga pada berbagai kegiatan bisnis dan kepedulian sosial lainnya yang ditujukan kepada mitra, masyarakat, pemegang saham serta kepada stakeholder secara keseluruhan, melayani, berkarya & mengabdi dengan berbagai ragam layanan telekomunikasinya.

Wasis Sulaiman, Head of Indosat Central Java Area menyatakan bahwa dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahunnya, Indosat secara serentak akan mengadakan berbagai rangkaian kegiatan, baik sosial yang bersifat CSR (Corporate Social Responsibility) dan juga kegiatan retensi kepada pelanggannya sebagai apresiasi Indosat yang telah mengabdi dan berkarya selama 44 tahun, dengan tema Ulang Tahun ke-44 nya yaitu Indosat untuk indonesia.

Indosat benar-benar ingin menjadi teman, sahabat dan solusi telekomunikasi bagi pelanggan, media dan masyarakat pada umumnya. Untuk itu beberapa rangkaian kegiatan akan digelar dalam rangka HUT ke 44 tahun Indosat, seperti : Nonton Film Bareng Pelanggan Indosat Premiere The Twilight saga Breaking Dawn di 3 kota (XXI Empire Jogja, XXI Paragon Semarang, dan Cinema 21 SGM Solo), Indosat Highschool Photo Contest - di Digital Media melalui FB & Twitter, Launching Cyber Campus UGM tgl 19 November 2011, CFD (Car Free Day) HUT ISAT di tgl. 20 November, Pengobatan Gratis dengan Mobil Klinik Indosat di Desa Limbangan, Kecamatan Kersana Kab. Brebes dan di Lapangan Mancasan, Jumoyo kab Magelang serta Donor Darah sebagai program CSR Indosat, Keliling Bus Trans Semarang Gratis di tanggal 21 November 2011 dan masih banyak lagi kegiatan yang memanjakan pelanggan Indosat.

“Akan banyak program-program yang akan kami persembahkan untuk pelanggan di bulan November ini, sebagai bentuk perhatian kami yang tidak pernah henti-hentinya memberikan benefit kepada pelanggan” ujar Christoforus Dewabrata, Head of Sales Area Semarang.

“Kegiatan sosial pun tidak akan terlewatkan kami selenggarakan. Melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai bukti kepedulian sosial Indosat kepada masyarakat sekitar, kami menggelar berbagai kegiatan sosial seperti Donor Darah, bantuan sarana & prasarana sekolah, serta adanya Mobil Klinik Sehat Keliling Indosat yang siap memberikan layanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada masyarakat di wilayah Jateng & DIY, khususnya yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan pemeriksaan kesehatan,” Wasis Sulaiman menambahkan. “Dan kami berharap rangkaian program yang kami persembahkan ini dapat bermanfaat dan mendapat tempat di hati pelanggan Indosat dan masyarakat.”

Menapaki 44 tahun perjalanan bisnis sebagai penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia, semangat inovasi senantiasa menjadi acuan Indosat dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, karena kelancaran, kemudahan dan kenyamanan berkomunikasi para pelanggan adalah prioritas utama yang selalu ingin dihadirkan Indosat.

Sejak awal mula kelahirannya hingga di usianya yang ke 44, Indosat selalu berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat dan terus mengikuti perkembangan teknologi telekomunikasi yang pesat. 44 tahun sudah Indosat melayani lebih dari 50 juta pelanggan Indonesia. Berbagai produk unggulan dan inovatif telah kami lahirkan, seperti Indosat Mobile, IM3, Indosat Internet, Mentari, Matrix dan StarOne. Program-program kepedulian sosial pun kami hadirkan, seperti IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest), Mobil Klinik Indosat, Indosat Innovation Lab, hingga partisipasi dalam ajang internasional SEA GAMES ke 26 dan ASEAN SUMMIT ke 19. Semua ini kami persembahkan untuk Indonesia.

Banyak program telah pula kami luncurkan yang semuanya bertujuan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan dan keuntungan bagi pelanggan. Program terbaru Indosat IM3 GRATIS Gak Abis-Abis memberikan keuntungan GRATIS Ribuan SMS, GRATIS Ratusan Menit Nelpon dan GRATIS Social Network.

Selain itu juga, atas kepercayaan dan dukungan masyarakat, kami berterima kasih dan sangat bangga karena di usia nya yang ke 44 th indosat telah berhasil mencapai 50 juta pelanggan. Hal ini semakin mengukuhkan Indosat sebagai perusahaan pilihan pelanggan untuk kebutuhan informasi dan komunikasi. Untuk inipun kami memberikan apresiasi kepada pelanggan setia Indosat baik prabayar maupun pascabayar, berupa hadiah langsung 50 juta pelanggan. Hadiah langsung ini dikemas dalam bentuk kupon gosok (voucher scratch & get it), dengan hadiah seperti 500 Yamaha Mio, 500 Blackberry, 500 HP Samsung, 500 HP Nokia dan hadiah reguler berupa 1 juta voucher pulsa.

Memasuki gerbang usia 44 tahun dan setelah melewati dinamika perusahaan secara terus menerus, Indosat senantiasa berupaya memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya, menciptakan pertumbuhan secara berkesinambungan dan meningkatkan value bagi seluruh stakeholdernya dengan harapan dapat turut mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada para pelanggan atas dukungannya selama ini. Dan kami tetap memohon dukungan dan doa restu, agar kami senantiasa bisa menjaga komitmen untuk memberikan layanan terbaik dan inovatif sebagai bagian dari budaya perusahaan, sehingga akan dapat terus menerus memenuhi harapan pelanggan, masyarakat dan stakeholder secara keseluruhan,” jelas Wasis Sulaiman menutup pembicaraan.

Advertorial / PadmaNews

Tidak Tahu Bahasa Inggris 'jalanan' ?, Berbahaya !

Mampu berbahasa Inggris ternyata harus tahu dua ragamnya, formal dan informal. Bahasa Inggris formal digunakan sebagai bahasa santun, di kantor-kantor dan di sekolah-sekolah, dalam situasi resmi, yang tidak akrab; sementara itu, bahasa Inggris informal biasanya digunakan antara orang yang akrab. Bahasa Inggris formal cenderung lebih lengkap, panjang, dan tertata rapi, sementara bahasa Inggris informal biasanaya tidak lengkap, tidak panjang, dan tidak tertata rapi: digonta-ganti, dibolak-balik, dan dipotang-potong. 'We thank you very much' adalah contoh bahasa Inggris formal, dan 'Thank you', 'Thanks', atau bahkan 'Thx' adalah contoh bahasa Inggris informal. Bahasa Inggris informal kadang disebut bahasa Inggris slang atau mari kita sebut bahasa Inggris jalanan. Bahasa Inggris jalanan biasanya mencakupi hal-hal di atas, topik-topik tabu, sumpah serapah, dan sebagainya, hal-hal yang biasanya digunakan untuk komunikasi dengan orang yang akrab atau intim. Perlukah bahasa Inggris jalanan kita kuasai?

Ada peristiwa tragis di suatu malam di jalanan di Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat, di tahun 1992. Seorang mahasiswa Jepang yang belajar di Amerika, tertembak mati gara-gara bahasa Inggris jalanan ini. Mungkin berbekal bahasa Inggris pas-pasan, suatu malam mahasiswa tersebut sedang mencari rumah temannya yang mengadakan pesta. Di kegelapan malam, terdengarlah teriakan: “FREEZE!”, namun mahasiswa tersebut tidak mengerti dan malahan mungkin berlari menghindar. Terdengar letusan senjata, dan tewaslah mahasiswa tersebut. Tragis, memang.

Sebagai aksi protes, majalah Jepang Mainichi kemudian membuat judul artikel besar-besaran:

“LEARN THESE ENGLISH WORDS OR DIE!”

(“PELAJARI KATA-KATA INI ATAU MATI!”)

dan merilis beberapa ungkapan bahasa Inggris jalanan di Amerika:

“FREEZE!”

(Meaning : “Don't move or you're dead.”)

(Makna : “Awas! Jangan bergerak!”)

“DUCK!”

(Meaning : “Something is flying toward you!”)

(Makna : “Awas! Ada yang melayang!”)

“SPREAD THEM!”

(Meaning : “Raise your hands and spread your legs!”)

(Makna : “Angkat tangan! Rentang kaki!”)

“DO YOU BANG?”

(Meaning : “Are you a gang member?”)

(Makna : “Anggota gang mana?”)

“ARE YOU IN?”

(Meaning : “Are you a member of organized crime?”)

(Makna : “Ikut anggota gang, ya?”)

Dengan kadar bahaya yang lebih ringan, ungkapan-ungkapan seperti: “Fuck you!”, “I am gonna do it”, “I've gotta go”, “I wanna do it', “I cudda done it”, dan sebagainya yang kasar atau disingkat-singkat, jangan kita gunakan kepada orang asing. Wah, kita bisa konyol atau menanggung malu, karena ungkapan-ungkapan itu hanya untuk orang yang kita akrabi. Lebih baik kita tidak mengumpat atau ungkapan menjadi: “I am going to do it”, “I have gotten it”, “I want to do it”, “I could have done it”, karena kita berbicara kepada orang asing yang mungkin kita tidak akrab, apalagi orang asing yang kita baru saja ketemu. Hal yang sama terjadi pada ungkapan “Thanks!” atau “I thank you very much!”, “Hi!” atau “Hello!” Semoga bermanfaat.

DR. Jumanto, Drs, M.Pd, penulis adalah warga Taman Anyelir L-9 No.1, Perum Graha Padma, Semarang